Tak Perduli dengan Sanksi Eropa, PM Rusia Mikhail Mishustin Galang Kekuatan dengan Negara Sahabat

Uni Eropa, Australia, AS dkk menerapkan sanksi ekonomi secara tegas kepada Rusia akibat invasi ke Ukraina.

Walau begitu, moskow menunjukkan sikap tak perduli walau mata uang rubel telah jatuh 30 persen dalam beberapa hari ini.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menggelar tour ke sejumlah negara sahabat nya di Asia Tengah yang dimulai dari Kazkahstan.

Di Kazakhstan, pasukab Rusia dan negara CSTO lainnya masih bercokol menyusul undangan pemerintah Kazakhstan untuk menghentikan aksi demonstrasi akibat kenaikan harga BBM dan gas di pasar lokal.

Armenia menjadi yang diuntungkan dengan konflik antara Rusia dan Ukraina. Beberapa pasukan Armenia ketahuan dan diciduk oleh pihak keamanan Ukraina karena menjadi milisi sabotase pro Rusia di Kiev.

Saat ini Ukraina sedang menggalang kekuatan dalam apa yang mereka sebut sebagai Koalisi Anti Rusia.

Tiongkok menyatakan dukungannya kepada Rusia walau tidak ingin terlibat dalam polemik legalitas invasi Rusia ke Ukraina.

Ukraina sebenarnya mampu mengimbangi Rusia dalam bidang apapun. Namun Kyiv selalu terkendala dalam masalah dana. Ditambah lagi Uni Eropa selama ini juga setengah hati membantu Ukraina.

Di industri antariksa, Ukraina memiliki hampir semua teknologi untuk membangun roket peluncur, satelit maupun mesin pendorongnya.

Namun keahlian Ukraina jarang dimaksimalkan oleh negara-negara Eropa.

Kyiv juga punya BUMN yang bisa memproduksi ICBM, rudal, kapal, tank, senjata anti tank dan lain sebagainya.

Namun BUMN Ukraina selama ini kurang mendapat pembeli yang loyal. 

Bersama Arab Saudi misalnya, Ukraina memproduksi misil dan rudal jelajah. Bersama Iran, Ukraina memproduksi pesawat penumpang. Dengan Pakistan, Ukraina juga memproduksi tank.

Namun semua kapasitas industri militer maupun sipil Ukraina gagal mendapat konsumen dalam jumlah besar karena posisi geopolitiknya yang gagal.

Di negara non Uni Eropa hanya Serbia yang bisa menandingi kemampuan industri pertahanan Ukraina.

Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...