Qatar Dilaporkan akan Jadi Pintu Masuk Investasi ke Afghanistan di Masa Transisi Era Taliban

Banyak pihak menunjukkan sikap tak tergesa-gesa mengakui pemerintahan Taliban yang baru berkuasa di Afghanistan.

Saat ini, hampir 90 persen jabatan dan struktur pemerintahan di Afghanistan diisi oleh pejabat dari Taliban usai hengkangnya presiden sebelumnya Ashraf Ghani ke Dubai.

Berbagai media menyebut posisi presiden de facto kini dijabat oleh Mulla Baradar yang juga kepala kantor politik Taliban.

Bagi negara-negara yang berbatasan dengan Afghanistan seperti Pakistan, Tiongkok, Iran, Turkmenistan dll, tidak perlu hubungan diplomatik resmi untuk melakukan perdagangan.

Namun bagi negara yang jauh, perusahaan-perusahaan yang ingin investasi di Afghanistan harus menunggu keputusan pemerintahan mereka untuk melakukan hubungan diplomasi.

Berbagai media menyebut bahwa posisi tersebut digunakan oleh Qatar sebagai penghubung.

Posisi Qatar yang menjadi tempat pembicaraan damai AS dan Taliban serta belakangan antara Taliban dan pemerintahan Ghani membuatnya mempunyai saluran khusus kepada pimpinan Taliban khususnya lingkaran Mulla Baradar.

Qatar juga mempunyai berbagai perusahaan investasi yang memang mengelola dana untuk disalurkan ke sektor-sektor yang menguntungkan.

Salah satu contohnya adalah Qatar Investment Authority yang mempunyai proyek investasi di berbagai negara termasuk Indonesia.

Keberadaan QIA ini akan sangat menguntungkan bagi Afghanistan khusus pada saat belum banyak negara yang berani memberikan pengakuan resmi.




Share on Google Plus

About Admin

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...