Ormas, Tokoh Bangsa dan Alumni India Serukan Kedamaian Pasca Pengumuman KPU

ilustrasi
BeritaDEKHO - Sejumlah ormas, tokoh masyarakat dan alumni India menyerukan sikap damai dalam menanggapi pengumuman rekapitulasi pilpres yang memenangkan paslon 01 Jokowi-Maruf Amin.

Usai pengumuman beberapa hari yang lalu, sejumlah pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi melakukan aksi yang kemudian diduga disusupi kelompok anarkis.

"Kami khawatir ada penumpang gelap. Apa yang terjadi pada Rabu dini hari itu, memang sejak awal kami khawatirkan akan terjadi. Kepada warga NU kami serukan, selama Ramadan ini lebih baik kita meriahkan dengan membaca atau tadarus Alquran di masjid-masjid, musala dan rumah," kata Helmy, hari Rabu (22/05).

Dia mengacu pada kerusuhan Rabu (25/05) dini hari yang sejauh ini menyebabkan enam orang meninggal dan lebih dari 200 orang luka-luka. (baca di sini)

Sekjen Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengatakan dirinya dan Ketua umum Haidar Nashir sudah menyampaikan seruan kepada anggota perserikatan untuk tidak turun ke jalan.

"Alhamdulillah sebagian besar warga Muhammadiyah mematuhi apa yang kami sampaikan," kata Mu'ti.

"Tapi mungkin ada sebagian dari warga kita yang ikut aksi karena mereka itu adalah tim atau pendukung inti dari pasangan 02 Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno. Tapi sebagian besar warga perserikatan memilih untuk tidak turun ke jalan dan mempercayakan proses-proses penyelesaian pemilu kepada lembaga negara yang berwenang," katanya.

Baca: Din Syamsuddin Imbau Rakyat dan Aparat Menahan Diri

Sementara itu Yusril Ihza Mahendra yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang mendorong semua pihak untuk mengambil jalan yang baik sesuai konstitusi dalam menyampaikan aspirasinya. Sebuah tulisan di DetikNews menjelaskan pandangannya mengenai kemungkinan kekecewaan oleh pihak yang kalah dalam Pemilu. (baca di sini)

FB


Julkifli Marbun, tokoh masyarakat dari Sumatera Utara yang juga alumni India menjelaskan bahwa tak seharusnya Indonesia meniru demo '#notmypresident' yang digulirkan pemilih Hillary saat kalah dari Trump. Indonesia dapat melakukan cara yang bermartabat dana damai.

"Indonesia bisa lebih hebat dari itu," tulis pengelola BeritaDekho dan alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar ini dalam Fanpagenya. (baca di sini) (adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About peace

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...