Ini Satelit Mata-Mata India Terbaru

ilustrasi
BeritaDEKHOBadan antariksa India meluncurkan satelit mata-mata rahasia ke orbit. Peluncuran itu lima hari setelah tes yang sukses dari senjata anti-satelit ASAT. Sementara Inggris masih diproyeksikan memberi bantuan sebesar GBP46 juta (senilai Rp855 miliar) pada tahun anggaran 2019/20.

Sistem EMISAT dikembangkan selama kurun lima tahun terakhir oleh Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) India. Ini jenis pertama yang dirancang untuk menyampaikan data intelijen kepada Angkatan Bersenjata India menggunakan alat pengukur spektrum elektromagnetik.

Peluncuran ini juga membawa bundel 28 mikrosatelit industri swasta. Setidaknya 20 perangkat kecil milik perusahaan Amerika Serikat Planet Labs dan akan membentuk bagian dari konstelasi pencitraan Bumi, yang menawarkan resolusi yang dapat merinci hingga jarak tiga meter di permukaan tanah kembali ke Bumi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Badan Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) mengatakan 24 satelit dari AS, dua dari Lithuania, dan masing-masing satu dari Spanyol dan Swiss diposisikan dalam peluncuran Senin, di samping satelit EMISAT India.

"Misi khusus ini sangat istimewa untuk ISRO. Ini untuk pertama kalinya PSLV melakukan tiga misi orbital dalam satu penerbangan," kata ketua ISRO K. Sivan, disiarkan dari laman Express, Selasa 2 April 2019.

Peluncuran ini dilakukan hanya lima hari setelah uji coba yang sukses atas senjata anti-satelit ASAT, India menjadi negara keempat di dunia.

Sebagai bagian dari anggaran bantuan Inggris, Departemen Pembangunan Internasional (DfID) akan memberikan GBP52 juta (setara Rp966,6 miliar) tahun ini dan GBP46 juta (senilai Rp855 miliar) lebih lanjut pada 2019/20.

Tahun lalu, India mengatakan pihaknya menaksir akan menghabiskan kurang dari 100 miliar rupee (USD1,4 miliar atau Rp1,9 triliun) untuk misi luar angkasa berawak pertama yang akan diluncurkan pada 2022. Anggaran menunjukkan kemungkinan akan lebih murah daripada proyek serupa oleh AS dan Tiongkok.

Peluncuran misi tanpa awak India ke Mars tahun 2014 menelan biaya USD74 juta (ekuivalen Rp1,054 triliun), hanya sebagian kecil dari USD671 juta yang dihabiskan oleh badan antariksa AS di NASA untuk misi MAVEN ke Mars.

Perdana Menteri India Narendra Modi berpidato langsung di televisi, radio, dan media sosial untuk membanggakan bagaimana uji coba yang berhasil menempatkan India di ‘liga super’ negara dengan keahlian antariksa.

Dia menyebut, senjata anti-satelit yang kuat dapat menghancurkan satelit yang mengorbit langsung "dalam waktu tiga menit setelah peluncuran". Seraya memuji "Misi Shakti" tonggak sejarah dalam keselamatan, pertumbuhan ekonomi, dan kemajuan teknologi India.

"Beberapa waktu lalu, para ilmuwan kita menembak jatuh satelit aktif 300 kilometer di luar angkasa, di orbit rendah bumi. Itu adalah momen besar bagi India, sesuatu yang kita semua harus banggakan. Kita tidak hanya mampu bertahan di darat, air, dan udara, tetapi sekarang juga di luar angkasa. Saya mengucapkan selamat kepada semua ilmuwan yang telah memungkinkan kemajuan ini dan membuat India menjadi negara yang jauh lebih kuat," seru Modi.

India akan menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia pada 2030 karena ukuran populasi sekitar 1,3 miliar orang. (sumber/adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About peace

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...