KH Ma'ruf Amin Dipilih Cawapres @Jokowi, Alumni #PesantrenAlKautsarAlAkbar akan Berdoa PBNU Dapat Rais Aam Baru Terbaik

ilustrasi
BeritaDEKHO - Usai dipilihnya KH Ma'ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden dari Calon Presiden petahana Joko Widodo, alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar Medan, Sumatera merencanakan doa bersama agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat Rais Aam baru yang terbaik.

Hal itu terlihat dalam sebuah percakapan antara alumni H. Julkifli Marbun, MA dan Darwis Nasution di Facebook.

"Bangda Nasution Darwis.. mgkn akan lbh baik jg jika kita sama2 berdoa agar #BuyaAliAkbar Marbun diberi kepercayaan sbgai Rais Am PBNU pengganti Kiyai Makroef Amin.. dan jg di BPIP.. (smga Allah SWT terus memberinya kekuatan) insyallah kalo sukses berkah untuk alumni semua Amin YRA hehe," tulis Julkifli yang juga merupakan alumni India dari Univesitas Lucknow.

Ide tersebut langsung disambut baik oleh Darwis yang kebetulan dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan Buya Ali Akbar Marbun, Rais Syuriah PBNU di Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, Sumatera Utara.

"Siap ustadz, imsyallah secara pribadi ana serius, dan akan coba dkomunikasikan dengan yang lainnya.  🙌," tulisnya.

Darwis bersama sejumlah alumni lainnya sedang mengagendakan pertemuan dengan Buya yang di antaranya akan mengusulkan doa bersama untuk NU sekaligus meminta pandangan dan arahan mengenai kegiatan tersebut.

Dilaporkan oleh Detik, Ma'ruf Amin tak boleh lagi menjabat Rais Aam PBNU karena menjadi cawapres. Maka PBNU sedang mempersiapkan rapat untuk membahas hal itu.

"PBNU sedang mempersiapkan rapat gabungan syuriyah dan tanfidziyah. Selain membahas hal-hal yang terkait dengan organisasi dan berbagai perkembangan aktual, juga membicarakan hal itu (posisi Ma'ruf Amin)," kata Ketua PBNU Robikin Emhas kepada detikcom, Sabtu (11/8/2018).

Rapat gabungan syuriyah berarti rapat gabungan pimpinan tertinggi. Rapat tandfidziyah berarti rapat pelaksana harian.

Dihubungi terpisah, Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlowi menjelaskan rapat akan digelar setelah Idul Adha. Adapun Idul Adha diperkirakan jatuh pada 22 Agustus nanti. Mereka menunggu rapat hingga usai Idul Adha karena saat ini banyak pengurus PBNU sedang menunaikan ibadah haji.

"Rapat setelah Lebaran Haji," kata Masduki.

Menurut Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama hasil keputusan Muktamar ke-33 NU, perkara rangkap jabatan ini diatur dalam Bab XVI. Dalam pasal 51 ayat 4 diatur bahwa Rais 'Aam, Wakil Rais 'Aam, Ketua Umum, dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar; Rais dan Ketua Pengurus Wilayah, Rais dan Ketua Pengurus Cabang tidak diperkenankan mencalonkan diri atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik.

"Apabila Rais 'Aam, Wakil Rais 'Aam, Ketua Umum, dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar mencalonkan diri atau dicalonkan, maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau diberhentikan," demikian bunyi ayat 6 Pasal 41 AD/ART NU itu.

Masduki menyebut AD/ART itu menjadi sulit ditegakkan dalam situasi yang dihadapi Ma'ruf Amin pada Jumat (10/8). Soalnya, pengumuman dari Jokowi bahwa Ma'ruf-lah yang menjadi cawapres terbilang sangat mendadak.

"Maka, kalau kita berpikir mengenai penegakan AD/ART, ya nggak bisa, karena kondisinya extraordinary," kata Masduki.

Belum adanya peraturan organisasi sebagai turunan AD/ART juga menjadi kendala tersendiri. Yang tak kalah penting, semua pengurus PBNU sangat menghormati Ma'ruf Amin.

"Kita ini menghormati etika ketimuran, maka tidak bisa bila begitu dipilih mendadak (menjadi cawapres) kemudian disuruh mundur (dari jabatan Rais Aam), kan nggak sopan. Ada fatsun kepada Rais Aam," kata Masduki.

Kejadian penunjukan Ma'ruf sebagai cawapres begitu mendadak. Dia menilai Ma'ruf tak melanggar AD/ART. "Tidak melanggar, karena tidak ada niat untuk melanggar," kata Masduki.

Sebelumnya, mantan Rais Aam PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus meminta KH Ma'ruf Amin mundur dari jabatannya sebagai Rais Aam PBNU setelah terpilih menjadi cawapres Jokowi. Gus Mus tidak ingin Ma'ruf rangkap jabatan.

"Dia harus mundur. Mundur, kalau tidak, kan Rais Aam akan di bawah presiden. Ya mundur," tegas Gus Mus saat ditemui di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Leteh, Rembang, Kamis (9/8) malam. (sumber/adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...