Presiden @Jokowi Ingin Akuisisi #Saham #Freeport Selesai Juli 2018

ilustrasi
BeritaDEKHOPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan proses akusisi saham (divestasi) PT Freeport Indonesia menjadi ‎51 persen oleh pihak nasional dapat diselesaikan pada Juli 2018. Saat ini PT Inalum (Persero) sebagai pihak yang akan mengakuisisi saham Freeprt telah menyelesaikan hitungan mengenai nilai saham yang akan dibeli.

Jokowi bercerita, sejauh ini memang belum ada laporan resmi perkembangan proses divestasi dari Menteri Badan Usaha Milik Neara (BUMN) Rini Sumarno, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dan Menteri Keuangan Sri Mulayan‎i.

"Menteri ESDM, Menteri BUMN, Menteri Keuangan memang belum lapor,"kata‎ Jokowi, saat meresmikan pengoperasian beberapa pembangkit listrik, di lokasi PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/6/2018).

Meski belum mendapat laporan perkembangan divestasi Freeport dari tiga menteri tersebut, Jokowi berharap proses akusisi saham Freeport menjadi 51 persen dapat selesai sebelum akhir Juli 2018.c"Saya harapkan Juli selesai," tandasnya.

Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aumunium (Inalum) telah mendapat harga saham 41,64 persen saham PT Freeport Indonesia yang akan diakuisisi untuk menggenapi saham pemerintah menjadi 51 persen. Nilainya di atas USD 3 miliar atau sekitar lebih dari Rp 42,27 triliun (kurs Jisdor Rp 14.090 per dolar AS).

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sudah ada nilai saham 41,64 persen Freeport. Angka tersebut diyakini merupakan yang terbaik. Namun dia belum bisa menyebutkan hasil perhitungan nilai saham.

‎"Insya Allah sih harusnya urusan valuasi bisa mendapatkan angka yang terbaik. Ya, walaupun besaran angkanya (harga saham) saya belum bisa ngomong," kata Budi, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/6/2018). (sumber/adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About peace

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a comment

loading...