Beasiswa Pesantren: Kemenag Dorong Santri Berprestasi Kuasai Teknologi Kecerdasan Buatan

ilustrasi
BeritaDEKHOKementerian Agama mengumumkan bahwa Program Beasiswa Santri Berprestasi atau PBSB telah membiayai total 4.276 santri untuk kuliah sejak program itu kali pertama dibuka pada tahun 2005.

Kementerian telah menambah kuota penerima beasiswa dari 157 santri pada 2017, menjadi 290 orang pada 2018. Ada 14 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi mitra Kementerian Agama dalam program beasiswa itu: tujuh perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dan tujuh perguruan tinggi umum.

Tujuh perguruan tinggi kategori pertama, antara lain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Alauddin Makassar.

Tujuh perguruan tinggi kategori, antara lain Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Cendrawasih Jayapura, dan Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta.

"Dari (total) jumlah penerima program beasiswa santri berprestasi ini, sebanyak 3.451 telah menyelesaikan studinya," kata Ahmad Zayadi, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu 28 Maret 2018.

Sebagian santri yang telah lulus kuliah itu, kata Zayadi, sudah mengabdi kepada masyarakat, terutama di pesantren tempat asalnya belajar. Sebagian yang lain bahkan bekerja dalam aneka profesi di dalam negeri maupun luar negeri.

Bahkan, 168 santri penerima beasiswa itu menjadi diaspora atau bekerja di luar negeri, di antaranya Amerika Serikat, Perancis, Inggris, dan lain-lain.

CEO perusahaan digital

Kementerian Agama menyebut program beasiswa itu juga bagian dari penyesuaian terhadap situasi zaman yang sekarang disebut revolusi industri 4.0. Revolusi itu ditandai dengan ekonomi digital dan artificial intelligence atau konsep kecerdasan buatan.

Dunia pesantren, terutama para santri, harus pula terlibat dalam revolusi itu sehingga tak ketinggalan zaman. Tanda-tanda zaman sudah terang memperlihatkan revolusi itu menuntut pengetahuan di bidang ekonomi digital.

"Saat ini, sudah terlihat dampak revolusi industri dengan banyak perusahaan raksasa yang bangkrut. Sedangkan perusahaan berbasis daring, atau online seperti Gojek justru omzetnya triliunan rupiah," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin dalam kesempatan yang sama.

Dengan program beasiswa itu, katanya, para santri yang lulus bisa menjadi CEO atau pemimpin perusahaan digital. "Pimpinan perusahaan masih muda tapi omzet perusahaan triliunan rupiah. Kita menyiapkan program beasiswa untuk siap menghadap ekonomi digital dan robotisasi," ujarnya.

Pendaftaran dibuka

Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi dibuka mulai 15 Maret sampai 15 April 2018. Pendaftaran melalui dua cara, yaitu online dan offline. Pendaftaran offline hanya bagi santri di kawasan timur Indonesia.

Syarat umum pendaftaran ada tiga: 1) Santri merupakan lulusan madrasah aliyah swasta milik pondok pesantren, atau pondok pesantren muadalah, atau pondok pesantren salafiyah; 2) santri telah mukim (tinggal) di pesantren minimal selama tiga tahun terakhir; dan 3) santri telah mendapatkan rekomendasi dari pimpinan pondok pesantren.

Seleksi PBSB menggunakan computer based test (CBT) yang dibagi dalam empat sesi. Pertama, tes Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan kepesantrenan selama 60 menit. Kedua, Tes Potensi Akademik selama 70 menit. Ketiga, Tes Kemampuan Bidang Studi (120 menit). Keempat, sesi wawancara.

Informasi lebih lengkap dapat disimak dalam Pengumuman Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi 2018(sumber/adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About peace

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...