Siapa Alumni India yang Nyaleg 2019?

BeritaDEKHO - Perhelatan tahun pemilu 2019 semakin mendekat. Beberapa orang dan tokoh mulai mempersiapkan diri untuk maju menjadi calon legislatif daerah maupun pusat.

"Siapa anggota alumni yang nyaleg kali ini," begitu pertanyaan seorang anggota Grup Whatsapp Alumni India.

Tidak seperti biasanya, berbagai isu dibahas di grup alumni selalu mendapat tanggapan, tapi tidak ada yang menyahut soal pertanyaan ini.

Hal itu dapat dipahami bahwa sebagian besar alumni India, khususnya yang aktif di berbagai grup media sosial, adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mulai dari pejabat di daerah, PNS, guru, dosen dan lain sebagainya.

Posisi sebagai ASN tentunya menutup kemungkinan untuk menjadi caleg. Ini pula menjadi jawaban mengapa alumni India tidak ada yang masuk dalam bursa capres.

Berbeda dengan alumni Mesir atau Timur Tengah yang paling tidak punya dua sosok yang masuk bursa calon presiden 2019; Tuan Guru Bajang (TGB) dan Ust Abdul Somad. (baca)

Ini pula merupakan imbas atau risiko dari tren yang ada antar alumni yang melihat ASN adalah standar kesuksesan. Mereka di luar itu dianggap kurang sukses dan kurang mendapat dukungan dalam berbagai hal, bahkan cenderung dibully.

Selain itu fakta bahwa kebanyakan calon mahasiswa ke India adalah ASN yang melanjutkan pendidikan tak dipungkiri menciptakan suasana seperti ini.

Bila dicermati, sebenarnya banyak alumni India yang berkecimpung di luar ASN. Misal sebagai kiyai pengasuh pondok pesantren, aktivis LSM, jurnalis, pengusaha dan lain sebagainya.

Tapi mereka biasanya tidak masuk ke dalam grup atau akan lebih memilih pasif karena menjadi 'minoritas'.

Bila dilihat berbagai alur berita di media nasional, beberapa tokoh atau narasumber sebenarnya adalah alumni India atau minimal pernah kuliah di India.

Namun bisa saja isunya tidak berhubungan sama sekali dengan alumni India. Mereka bisa DPRD, DPD dan lain sebagainya.

Salah satu contoh yang membuat terkejut adalah ketika salah satu tokoh nasional wafat dan baru diketahui, melalui biodatanya, bahwa di akhir hayatnya pernah menimba ilmu di India. Lihat daftar alumni di situs ini.

Di Aceh dan Bali, kiprah alumni India juga terus menunjukkan eksistensi. Beberapa alumni India duduk sebagai caleg atau anggota legislatif dari partai lokal.

Dua daerah ini menjadi berbeda karena mempunyai hubungan khusus secara budaya dengan India.

Ada juga beberapa kasus yang unik. Selain mereka yang sekolah non formal di India, seperti short course, seminar maupun hanya mengikuti kegiatan tabligh, mereka lulusan pendidikan formal juga ditemukan kurang tertarik terjun ke dunia politik.

Sepertinya iklim politik di India yang 'agak' brutal membuat trauma bagi mereka selama studi di sana. Khususnya untuk isu yang sarat dengan komunalisme.

Itulah kesimpulan yang di dapat dari perbincangan dengan Yusuf Marbun, MA, salah satu alumni Jamia Milia Islamia (JMI) New Delhi.

Walaupun sebenarnya dia merupakan lulusan ilmu politik, tapi pemahaman yang mendalam mengenai strategi siasat itu telah sampai pada titik apatisme alias apolitis.

Ketika dia memutuskan tinggal di kampung halaman di Humbang Hasundutan, beberapa pengurus partai mencoba mendekat dan membuat penjajakan kemungkinan menjadi calon legislatif.

Terakhir datang dari Rodiyah Marbun, pengurus Partai Bulan Bintang setempat. Hasilnya nampaknya kurang memuaskan apalagi PBB kali ini tersangkut masalah di KPU.

Ahmad Jubeir Marbun, alumni India, yang pernah menjadi caleg PPP dari Sumut mengatakan bahwa sistem politik nasional kurang menghargai inisitif perseorangan. Harus diciptakan iklim atau suasan kondusif yang mendorong ke arah tersebut.

Untuk itu saling mendukung antar sesama alumni India untuk maju menjadi calon legislatif dinilai dapat menjadi solusi menumbuhkan semangat politik.

Saling menjatuhkan tidak akan membawa hasil walau pada intinya, nantinya, berpolitik adalah justru 'saling menjatuhkan' lawan politik dengan cara halus demi menggapai tujuan, selain tentunya adu gagasan. (adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a comment

loading...