Operasi #Turki, Siapa yang Bakal Unggul di #Afrin?

BeritaDEKHO - Operasi Ranting Zaitun yang digelar Turki untuk mengamankan perbatasan dari pergerakan teroris di Afrin, Suriah, ditanggapi pesimis oleh berbagai kalangan.

Turki memang unggul dari jumlah pasukan, akan tetapi beberapa kejadian aksi terorisme yang berhubungan dengan PKK dari wilayah YPG Kurdi di Suriah, sebelumnya, terlihat sangat mematikan.

Banyak warga dan pasukan keamaan Turki menjadi korban. Ini belum termasuk mereka yang tewas dalam baku tembak di perbatasan. Turki bahkan harus membangun tembok perbatasan agar bisa aman.


Sebuah artikel di Crisis Group (baca di sini) memprediksi bahwa tidak akan ada pihak yang bakal menang dari operasi ini. Posisi Turki akan sama dengan Arab Saudi saat ini yang menggelar operasi anti-Houthi di Yaman. Mereka harus menghadapai peperangan yang panjang dan melelahkan.

Ditambah lagi, Afrin, yang selama ini masuk dalam bagian dari Rojava, yang diklaim sebagai wilayah ototnomi di Suriah usai konflik, merupakan wilayah yang tak pernah bergolak dan dalam lima tahun belakangan telah berdiri sendiri bak sebuah 'negara' (protostate).

Menurut artikel di atas, Amerika Serikat memang tidak ingin mengecewakan Turki karena telah mendukung YPG yang dianggap sebagai teroris, tapi AS juga tak akan membiarkan YPG kalah dalam konflik ini.

Terbukti jaringan media VOA milik pemerintah AS berbahasa Kurdi (baca) bahkan hadir di lapangan  di wilayah yang dikuasai YPG.


Afrin, sebagaimana tiga wilayah Rojava lainnya mempunyai pemerintahan sendiri di bawah pimpinan Perdana Menteri Hêvî Îbrahîm dengan wakilnya Remzi Şêxmus dan Ebdil Hemid Mistefa. Rojava mempunyai empat wilayah, masing-masing dengan satu kepala pemerintahan. Mereka juga mempunyai berbagai cabang pasukan keamanan yang sebagian di antaranya berpengalaman berperang di wilayah lain di Suriah dan Irak.

Selain itu, kelompok Kurdi dukungan Turki di Rojava, KNC/ENKS, (baca) tidak mempunyai pengaruh di Afrin walau mereka mempunyai pasukan Peshmerga Rojava yang pernah ikut berperang membebaskan Mosul usai latihan di Kurdistan Irak.

KNC/ENKS bahkan tidak secara bulat mendukung Turki melawan saingannya YPG di Afrin karena dianggap itu malah akan memperkuat posisi YPG itu sendiri. (adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...