Kisah Sentimen Anti-Jepang dan Relokasi Paksa Keturunan Asia di AS

BeritaDEKHO - Pada perang dunai II, sentimen anti-jepang dan keturunan Asia meningkat di Amerika Serikat.

Sentimen ini mengarah pada kebijakan relokasi paksa keturunan mereka dari properti dan harta benda mereka.

Menurut wikipedia: (baca)

Pada paruh pertama abad ke-20, California dilanda gelombang prasangka anti-Jepang, sebagian di antaranya disebabkan adanya konsentrasi permukiman orang Jepang-Amerika di negara bagian ini.

Lebih dari 90% imigran Jepang tinggal di California, dan akhirnya persaingan di bidang pekerjaan dan pertanian memicu sentimen anti-Jepang secara umum.

Pada 1905, hukum California tentang Perkawinan Antarsuku dan Bangsa melarang perkawinan antara orang ras Kaukasus dan "orang Mongol" (istilah luas yang waktu itu dipakai untuk menyebut etnik-etnik dari Asia Timur, termasuk orang Jepang).

Pada Oktober 1906, Dewan Pendidikan San Francisco memerintahkan pemisahan murid-murid keturunan Jepang dari murid-murid berkulit putih. Sebanyak 93 murid keturunan Jepang di distrik diperintahkan pindah ke sekolah segregasi di Pecinan.

Dua puluh lima dari 93 murid tersebut adalah warga negara Amerika Serikat. Sentimen anti-Jepang terus berlanjut hingga dekade berikutnya, dan terbukti dengan dikeluarkannya Hukum Eksklusi Oriental yang berisi pelarangan imigran Jepang untuk mendapatkan kewarganegaraan. (adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a comment

loading...