Guru dari Indonesia Selesai Menimba Ilmu Lima Hari di NASA

BeritaDEKHO - Tujuh guru Indonesia telah kembali ke tanah air usai menimba ilmu melalui program pelatihan khusus dalam bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) di Akademi Luar Angkasa atau Antariksa di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat (AS).

Para guru ini diharapkan memotivasi para siswanya untuk mengemari belajar STEM dengan metode yang menyenangkan.

Program ini merupakan program dari Honeywell Educators at Space Academy (HESA). Bekerja sama dengan US Space and Rocket Center (USSRC), Honeywell mengembangkan program beasiswa untuk membantu guru matematika dan sains di sekolah menengah dari seluruh dunia menjadi pendidik yang lebih efektif di bidang STEM.

Para guru ini mengikuti pelatihan selama lima hari yang fokus pada sains dan eksplorasi luar angkasa serta berbagai latihan yang digunakan astronot. Materi pelatihan itu antara lain simulasi jet dan misi antariksa, latihan kemahiran di darat dan air dan program dinamika penerbangan interaktif.

Tujuannya membekali para guru dengan teknik pengajaran yang inovatif hingga dapat membuat suasana belajar sains dan matematika di kelas menjadi lebih hidup, menyenangkan, memotivasi dan menginspirasi para murid dalam belajar.

Presiden Honeywell Indonesia Alex J Pollack mengatakan, hingga tahun 2017 sudah ada 30 guru asal Indonesia yang sudah mengikuti program ini. Menurutnya, potensi sumber daya guru di Indonesia sangat besar. Antusiasme mengikuti program ini juga besar.

Dari 100 pelamar setelah diseleksi terjaring tujuh guru dari berbagai daerah. Para guru asal Indonesia ini bergabung bersama guru dari berbagai negara.

"Guru-guru yang masuk program ini adalah best of the best dari Indonesia. Mereka berasal dari kota besar sampai kota kecil. Tahun 2017 ada 205 guru yang mengikuti program ini dari berbagai negara," katanya di Jakarta, Rabu (4/10).

Ia pun berharap, para guru ini bisa memotivasi anak murid untuk belajar lebih efektif. Bahkan bisa memotivasi guru-guru dari berbagai wilayah Indonesia untuk ikut serta dalam program ini. Sebab Honeywell sudah membuka kembali pendaftaran hingga November 2017 mendatang.

Bahkan Alex pun berharap ada putra-putri Indonesia meraih beasiswa dan menimba ilmu di universitas di Amerika untuk kelak menjadi astronot.

"Ini kesempatan bagi masa depan anak-anak Indonesia. Sumber daya Indonesia luar biasa," ucapnya.

Program pelatihan intensif guru ini sudah dilakukan Honeywell sejak tahun 2014. Hingga saat ini sudah ada 3.000 guru mengikuti program ini.

Sementara itu, tujuh guru asal Indonesia yang baru saja mengikuti program ini berasal dari Jakarta, Surabaya, Bogor, Salatiga dan Bandar Lampung.

Andry Permana guru fisika asal Surabaya yang mengikuti program ini, bahkan sekarang dijuluki murid-muridnya sebagai Mr NASA. Ia mengatakan, program pelatihan ini sangat membantu dirinya memiliki metode dan konsep baru dalam mengajar.

Ia menjelaskan, dengan praktek anak murid lebih mudah paham apa yang dijelaskan. "Misalnya dalam membuat parasut, di dalamnya saya sekaligus mengajarkan materi gaya berat, hambatan udara sehingga lebih mudah dipahami anak-anak," paparnya.

Senada dengan itu, guru matematika asal Salatiga Slamet Riyadi menjelaskan, dulu anak-anak takut belajar matematika sekarang lebih senang.

"Saya ajarkan membuat roket. Di sana anak-anak belajar relasi dan fungsi yang menjadi bagian dari rumus matematika. Dalam penerbangan roket ada rumus fungsi matematika di sana," ucap Slamet. (sumber/adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a comment

loading...