IPI di Mata KH DR Dedi Masri


BeritaDEKHO - Ada dua lembaga atau asosiasi yang berhubungan dengan dunia kepesantrenan. Keduanya adalah RMI atau Rabithah Maahid Indonesia dan IPI atau Ikatan Pesantren Indonesia.

Apa sih perbedaannya? Baru-baru ini BeritaDekho sempat berbicang melalui Facebook Massanger dengan KH DR Dedi Masri yang kini merupakan Ketua DPW IPI Sumut.

"IPI ini bergerak dalam hal menjadi santri jiwa pengusaha dan membentuk santri jiwa mandiri. Smua pondok diharapkan lahan-lahan tidur kita aktifkan dan dikasih penyuluhan biar santri lebih hebat dan tamat tidak berharap menjadi pegawai," jelasnya pada Rabu (7/6).

Menurut Ketua YPIHM Darul Ilmi Murni dan Alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar Medan, Sumut ini, IPI lebih kepada gerakan ekonomi kerakyatan.

Berbeda dengan RMI (baca) yang berusaha membangun dan membina pesantren di bawah naungan Nahdhatul Ulama, IPI ingin mengajak semua pesantren bergabung.

"IPI ini menghimpun semua ormas Islam termasuk NU dan Muhamadiyah. IPI ini fokus kepada pengembangan santri dan jiwa menjadi​ aktif dalam semua sektor," lanjut Kiyai Dedi yang menamatkan studinya di Universitas Al Azhar Mesir dan Doktoral di University Sains Malaysia, di Penang.

Buya Ali Akbar Marbun (kiri) mengenakan jubah kepada Presiden Jokowi bersama Ibu Negara dan Gubernur Sumatera Utara (paling kanan) dalam sebuah kesempatan

Semasa studinya di pesantren yang diasuh Buya Syeikh Ali Akbar Marbun itu, Kiyai Dedi seangkatan (ke-3) dengan Julkifli Marbun dari BeritaDekho dan TobaPosCom.

Ust. Dr. Mujab Mashudi (ke-8 dari kiri) bersama Presiden Jokowi dalam sebuah kesempatan

Dia (lihat profilnya di TobaPosCom) masih merasakan bimbingan dari guru Al Kautsar Al Akbar saat itu Ust. Dr. Mujab Mashudi, alumni India yang kini menjadi Dosen di Pascasarjana UIN Malang.

Wawancara dengan KH Dedi dilakukan dengan Julkifli Marbun, bertepatan dengan akan berdirinya Yayasan Mahmun Syarif Marbun (baca), adinda Buya Ali Akbar, sebagai amal jariyah bagi almarhum Jureman Marbun (nama lahirnya) dari anak-anaknya yang ditinggal.

Kiyai Dedi mendukung berdirinya yayasan ini dan bersedia memberi masukan berdasarkan pengalamannya di berbagai sektor pendidikan. (adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...