Hikmah Pro dan Kontra Gambar Cut Mutia di Mata Uang Baru NKRI Rp 1.000

BeritaDEKHO - Bank Indonesia baru-baru ini menerbitkan mata uang NKRI yang baru. Sempat timbul pro dan kontra dalam gambar pahlawan dari Aceh, Cut Mutia (kadang ditulis Cut Nyak Meutia).

BI menjelaskan bahwa bentuk foto dalam mata uang tersebut telah melalui serangkaian analisis dan konsultasi bersama keluarga. (Baca)

Beberapa sejarawan Aceh, kemudian berusaha menengahi dengan memberikan fakta meluruskan sejarah demi perbaikan di masa mendatang.

Salah satunya adalah dalam sebuah tulisan Hermansyah, akademisi sejarah dari UIN Ar Raniry.

"Sebagai langkah bijak, sebaiknya pemerintah dapat mengkaji dan mengambil sikap, selanjutnya merevisi gambar Cut Mutia yang kini telah bertebaran dari sumber yang tidak valid, sehingga tidak ada pengaburan sejarah di Aceh secara luas," jelasnya dalam tulisannya di media lokal Aceh.

Dia menjelaskan bahwa semua pihak harus introspeksi diri dari kemungkinan adanya kekeliruan dengan merujuk pada sumber primer dan menghindari kealphaan dalam menguasai sejarah.

Kehati-hatian sangat diperlukan dalam menciptakan rupiah yang berdaulat sesuai UU No. 7/ 2011 tentang Mata Uang.

Disebutkan bahwa negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat memiliki mata uang Rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah sehingga wajib digunakan dalam kegiatan perekonomian di wilayah NKRI guna mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(adm)

Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH 
Share on Google Plus

About peace

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a comment

loading...