Tema Diskusi Alumni India; Investasi Tanah

BeritaDEKHO - Diskusi yang mengalir antar alumni India di group whatsapp tidak selalu berlangsung seputar bisnis dan studi.

Diskusi akhir Agustus (31/9) membahas topik yang jarang dibicarakan, yakni soal investasi tanah.

Investasi tanah merupakan salah satu bentuk investasi yang mempunyai risiko paling kecil bila dibandingkan dengan berbagai bentuk investasi lainnya.

Bila dihimpun informasi dari berbagai sumber di internet, investasi ini mempunyai keuntungan maupun kerugian sendiri yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

Bagi alumni India, investasi tanah merupakan investasi favorit, karena investasi tanah dapat dilakukan sebelum yang bersangkutan menamatkan kuliahnya di India.

Salah satu cara investasi yang digemari adalah dengan bersama-sama atau kolektif membeli tanah di Sumatera lalu ditanami jenis tumbuhan yang hasilnya dapat dinikmati bersama.

Dari berbagai cerita yang beredar, perkebunan yang dibeli alumni India biasanya terletak di Sumatera yang ditanami kelapa sawit dan dibarengi usaha peternakan sapi.

Dengan investasi secara kolektif, risiko kerugian dapat diminimalisasi dengan pertukaran informasi dari para peserta.

Cara kedua adalah dengan melakukan investasi sesaat setelah menyelesaikan kuliah setelah sebelumnya menabung hasil pendapatan baik dari bekerja part time di India maupun Travel Haji di Arab Saudi, maupun dengan menyisakan dana beasiswa atau penghargaan karya tulis, bisnis online selama kuliah untuk kemudian diinvestasikan dalam bentuk tanah.

Investasi jenis kedua ini lebih cenderung dilakukan oleh alumni India yang berkeinginan untuk membuka usaha skala produksi seperti usaha garmen dan konveksi dan jenis produk lainnya, maupun yang ingin mendirikan lembaga pendidikan, usaha wisata maupun peternakan.

Cara berikutnya adalah; investasi tanah dalam bentuk yang utuh. Di mana yang bersangkutan membeli tanah di Indonesia semasa kuliah atau setelah kuliah untuk kemudian dijual ketika harga meningkat.

Dari diskusi yang berlangsung di grup, beberapa alumni menyampaikan juga beberapa pilihan investasi tanah yang sedang masuk dalam listing penjualan.

Salah satunya adalah yang disampaikan Khairurozi, alumni India dari Aligarh Muslim Universiy. Dia menawarkan sebidang tanah di Cihideung, Bandung, Jawa Barat, dengan berbagai keistimewaan di harga Rp. 500 juta.



"2700 M2.. udah ada rumah kecil semi permanen.. di sampingnya ada pesantren kecil.. hati damai dan tentram kalau ke sini.. air mengalir dari gunung," tulisnya.

Tawaran berikutnya adalah dari Andri yang menawarkan tanah di Jasinga, Bogor, dengan harga Rp 500.000 per meter.

"Akses ke Tejo.. 8400 meter.. Rp. 500k/mtr," tulisnya.

Yaser Amri yang berdomisili di Langsa Aceh juga menawarkan alternatif yang cukup menggiurkan di wilayah yang sedang berkembang itu. Kata dia, dia bisa membantu investasi 1 Rante dengan Rp. 30 juta. Dengan catatan 1 Rante sama dengan 400 meter persegi.

Dia juga menawarkan bentuk usaha setelah investasi dan kepemilikan setelah jelas melalui surat AJB.

"Kita (bisa) tanam kurma.. tahun depan dah bisa jual 45 jt (per rante)," katanya.

Bagi yang ingin investasi dalam jangka panjang, bisa juga mempertimbangkan tawaran Julkifli Marbun, alumni India dari Lucknow University.

Tanah yang masuk dalam listingnya ada tiga bidang tanah di tempat yang berbeda-beda; 3 Ha, 2000 meter dan 9000 meter di Leuwiliang, Bogor dengan harga kisaran 30 ribu - 100 ribu permeter.



Ada juga tanah di Serang, Banten, dengan harga Rp 9.000-250.000 dengan variasi pembelian minimum.



Tertarik? Bila anda tertarik dengan penawaran ini dapat langsung menghubungi yang bersangkutan atau anda dapat meminta nomor kontak melalui email www.beritadekho.com di dinasofiana at gmail.com dan redaksi.dekho at gmail.com atau melalui kolom komentar di bawah ini. (adm)
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a comment

loading...