Bayangkan Jika Semua Alumni India Jadi CEO

BeritaDEKHO - Opini Oleh: Julkifli Marbun (Alumni India, MA in Sociology, Annamalai Universty, MA in Arabic Literature, University of Lucknow)

Tulisan ini merupakan cuplikan diskusi di grup whatsapp Alumni India. Pembahasan saat itu dimulai tentang ide saya dalam pembuatan kartu alumni India untuk memudahkan database alumni sesuai dengan katagori keahlian dan tipe pekerjaan yang digeluti atau sektor usaha yang dijalankan perusahaannya.

Ide tersebut secara kebetulan sejalan dengan angan-angan tim Incredible India EduFair (selanjutnya disebut tim) yang akan mengusulkan pembuatan ID card alumni India. Nantinya, akan diusulkan ke kedutaan India, sebagai pihak yang lebih berwenang, untuk menerbitkannya.

Sayapun meningkatkan tempo diskusi dengan mengusulkan; Bagaimana kalau nantinya setiap pemegang kartu dapat mendepositokan Rp.1-2 Juta dalam sebuah Fund (Dana Investasi) atau badan hukum (Yayasan).

Dana tersebut nantinya akan digunakan oleh kedutaan atau pihak tim untuk mendirikan perusahaan startup atau pemula (tentang perusahaan startup lihat di sini) yang akan diberikan kepada setiap lulusan baru dari India, alias alumni baru, dan akan menjadi milik mereka pribadi atau kolektif.

Tujuan program ini adalah untuk menjadikan setiap alumni terhindar dari pengangguran (murni atau semu) sehabis kuliah dari India, kecuali bagi mereka yang tugas belajar dari instansi. Juga, terhindar dari waktu yang berpotensi terbuang untuk mencari kerja atau mendirikan usaha sendiri.

Ingat, bila dilakukan tahun 2016, program seperti ini hanya bisa berlaku bagi lulusan 2017, 2018 dan seterusnya. Dengan catatan, jumlah lulusan India tidak besar, karena sebagian yang sarjana biasanya akan memilih untuk melanjutkan perkuliahannya ke tingkat paska.

Ide ini sebenarnya mempunyai risiko tinggi, tapi bukan berarti mustahil. Sebuah perusahaan start-up atau pemula hanya bermodal Rp. 30-50 juta. Jadi, kalaupun bangkrut atau mengalami kerugian angka itu tidaklah terlalu besar.

Untuk mengurangi risiko tersebut, tim dapat memantau perkembangan mahasiswa-mahasiswa sejak satu tahun atau enam bulan sebelum lulus. Baik itu dengan kerjasama dengan pihak yang di India, pihak Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) India, maupun interaksi langsung melalui FanPage Facebook Tim Incredible India EduFair.

Mereka bisa melihat bakat seorang mahasiswa tertentu atau kolektif. Mereka ditantang membuat proposal bisnis dan dilakukan verifikasi dan ujicoba berkali-kali.

Bila proposal tersebut dinyatakan layak dijalankan, pihak tim dapat menyiapkan segala bentuk keperluan pendirian badan hukum dan pendanaan dari fund tersebut di atas untuk mendirikan sebuah perusahaan atas nama mereka-mereka yang bakal pulang ke Indonesia itu.

Perusahaan dapat diawaki sementara oleh tim, dipantau oleh perusahaan-perusahaan konsultan yang bonafid. Segera setelah mahasiswa yang baru lulus tersebut kembali ke Indonesia, dilakukan inisiasi terlebih dahulu untuk mengenal suasana kantor baru yang akan dikelola.

Setelah satu atau dua minggu kemudian, perusahaan diserahterimakan kepada mereka sebagai CEO atau direksi yang baru, disaksikan oleh alumni-alumni lama penyumbang dana tersebut, atau perwakilannya. Acara bisa saja dilakukan bertepatan dengan event Incredible India EduFair, yang diadakan setiap tahun di beberapa provinsi, untuk menambah magnitut agenda rutin tersebut.

Selanjutnya, mereka akan mengendalikan perusahaan sepenuhnya sesuai dengan proposal dan rencana mereka sebelumnya. Tim bisa saja tetap memantau selama 1-2 tahun untuk memastikan kondisi prima perusahaan. Seterusnya management dapat dilepas berjalan sendiri, atau dibantu penggalangan penambahan modal berikutnya, baik melalui penjualan saham maupun dengan kerjasama joint venture (JV) maupun franchise dengan perusahaan-perusahaan yang sudah eksis dan masuk dalam database Tim.

Ini memang bukan pekerjaan yang mudah. Tapi Tim Edufair yang mempromosikan potensi kuliah di India, seyogyianya mempunyai tanggung jawab moral untuk menjadi inkubator bisnis, dan penjamin bahwa lulusan yang bersangkutan dipastikan akan mempunyai usaha sendiri, apalagi pekerjaan. Dijamin 100 persen.

Bila ini berhasil dilakukan, reputasi Tim Edufair akan meningkat, dan tentunya berbagai potensi lain bakal bisa digali baik dengan menggalang kerjasama perusahaan-perusahaan alumni yang telah eksis, maupun potensi pengembangan dana (di atas) ke angka yang lebih besar.

Bukan tak mungkin calon mahasiswa dari Indonesia akan berbondong-bondong melirik India sebagai destinasi tujuan kuliah. Ini akan sesuai dengan misi Tim Incredible India EduFair, yakni menjadikan India sebagai tujuan utama pendidikan bagi warga asing yang berdampak pada peningkatan devisa dan penguatan jalinan kultural. Selain, tentunya, bertujuan untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswa yang kuliah ke India secara riil.

Cara ini pula kelak dapat memastikan alumni India berada dalam jajaran top management, bila dibandingkan dengan bila tim EduFair hanya mengumpulkan database, dibantu mencarikan lowongan kerja dan sebagainya.

Cara yang kedua ini memang bagus, dan tentunya lebih aman. Dan, harus tetap didukung sebagai alternatif bagi lulusan yang menolak alternatif pertama dan memang hanya bercita-cita untuk mencari pekerjaan.

Namun, itu artinya hanya mencarikan pekerjaan. Dengan cara yang pertama, lulusan India akan tampil sebagai penyedia lapangan kerja dan mempunyai prestise dan prestasi yang lebih unggul. Setiap lulusan India dijamin jadi CEO atau setidaknya menjadi jajaran direksi di perusahaan masing-masing.

Tapi apapun itu, semuanya tergantung floor untuk memutuskan hasil diskusinya. Semoga yang terbaik bagi alumni India. ()

Baca opini berikutnya di sini atau di sini.

kirim artikel opinimu ke redaksi.dekho [at] gmail.com.
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a comment

loading...