Erdogan Resmikan Pusat Kebudayaan Islam AS

BeritaDEKHO - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Sabtu (2/4) meresmikan sebuah pusat kebudayaan islam yang dibangun dengan dana dari Turki di Lanham, Maryland, AS.

Ia menyampaikan harapan agar fasilitas itu bisa membantu menghapus sikap intoleran dan Islamofobia yang dilihatnya ada pada sosok beberapa kandidat calon presiden Amerika Serikat.

Erdogan tidak menyebut langsung nama kandidat calon presiden yang dimaksudnya. Tetapi unggulan Partai Republik, Donald Trump, beberapa pekan lalu telah menyerukan larangan sementara bagi warga Muslim untuk masuk ke Amerika.

Sementara itu, pesaingnya Ted Cruz juga menyerukan peningkatan patroli polisi di pemukiman-pemukiman Muslim di seluruh Amerika.

Erdogan mengatakan menyalahkan seluruh warga Muslim atas serangan teroris yang terjadi di Barat “benar-benar tidak dapat diterima”. LIa menambahkan bahwa serangan teror baru-baru ini di Brussels, Belgia, dan Paris, Perancis “tidak bisa dibandingkan” dengan aksi kekerasan militan di negaranya dan di Pakistan.

Ekstremis kelompok Negara Islam (ISIS) telah melancarkan empat serangan bom dahsyat di Turki dalam sembilan bulan terakhir dan menewaskan sekitar 150 orang.

Pemerintah Turki juga telah memerangi kelompok pemberontak Kurdi, yang telah menewaskan lebih dari 40.000 orang sejak tahun 1984 lalu.

 Kebebasan Pers Turki

Erdogan melawat ke AS untuk ikut serta dalam KTT Keamanan Nuklir yang digagas Presiden Barack Obama, meskipun keduanya tidak melakukan pertemuan empat mata. Erdogan hanya bertemu dengan Wakil Presiden Joe Biden.

Obama pada Jumat lalu mengecam penumpasan terus menerus yang sedang dilakukan Turki terhadap kebebasan pers. Meskipun menyebut Turki sebagai “mitra yang paling penting” dalam melawan ekstremis, Obama mengatakan penumpasan media “adalah salah satu hal yang bisa sangat mengganggu Turki”.

Lawatan Erdogan ke Amerika bukannya tanpa kontroversi. Menjelang kedatangannya di Brookings Institution hari Kamis, tim keamanan Erdogan bentrok dengan demonstran dan wartawan di luar lokasi acara itu. Suasana baru kembali tertib setelah Presiden Brookings menuntut supaya wartawan diizinkan meliput pidato Erdogan. (VOAIndonesia)
Share on Google Plus

About peace

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...