Belajar dari Semangat Sains dan Antariksa APJ Abdul Kalam

BeritaDEKHO - "Siapa yang ingin pergi ke Mars?" tanya mantan Presiden India APJ Abdul Kalam kepada para siswa di Gandhi Memorial International School di Jakarta, Selasa (20/11). Serentak, seluruh siswa yang hadir di aula mengangkat tangan.

"Ya, semua orang bermimpi ingin ke Mars. Lalu, untuk mewujudkan mimpi itu, apa yang kalian perlukan?" ujar Kalam. Beberapa siswa melontarkan jawaban.

Dengan penuh semangat, Kalam kemudian memaparkan bahwa anak-anak muda seperti mereka perlu memiliki pengetahuan, kebajikan, dan semangat. Semua faktor itu akan menuntun pada kehidupan yang harmonis dan tertata menuju dunia yang damai.

Kalam dikenal selalu memberi semangat kepada kaum muda. Kepada mereka, Kalam selalu mengatakan, "Bermimpilah! Karena mimpi akan menuntun kepada pikiran dan pikiran menuntun pada tindakan."

Sebagai ilmuwan, Kalam juga selalu mendorong anak-anak muda untuk mencintai sains dan teknologi. Menurut dia, sains adalah fenomena global yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun untuk memajukan negaranya.

India adalah salah satu buktinya. Dengan menggeluti dan mengembangkan teknologi, India kini bisa berdiri sejajar dengan negara-negara maju di bidang senjata nuklir.

Berkat Kalam, India memiliki lima jenis rudal, yaitu Nag, rudal antitank; Prithvi, rudal balistik darat ke udara; Akash, rudal jarak menengah dari darat ke udara; Trishul, rudal jarak pendek reaksi cepat dari darat ke udara; dan Agni, rudal jarak menengah.

"Negara harus memiliki kapasitas untuk menyediakan teknologi bagi rakyatnya. Negara juga harus menyediakan cukup ilmu pengetahuan bagi kaum mudanya," ujar Kalam.

Hanya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, persoalan negara bisa terpecahkan. India, seperti juga Indonesia, masih menghadapi persoalan tingginya angka kemiskinan. Angka pengangguran juga tidak jauh berbeda. Pendidikan belum dinikmati semua kalangan.

India, kata Kalam, menggenjot sektor pendidikan untuk menghadapi persoalan tersebut. "Pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengatasi kemiskinan dan membawa negara kita menjadi negara maju," ujarnya.

Kalam menjabat sebagai presiden India ke-11 sejak Juli 2002 hingga Juli 2007. Salah satu visi Kalam yang paling terkenal adalah menjadikan India sebagai negara maju tahun 2020.  

Kalam meninggal dunia di Negara Bagian Meghalaya di bagian timur-laut India pada usia 83 tahun, Senin (27/7).    (sumber)




Share on Google Plus

About peace

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...