Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah

BeritaDEKHO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memberikan sambutan sekaligus membuka acara Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah. Acara ini digagas oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dengan mengangkat tema “Membangun Kedaulatan Ekonomi Bangsa”.

Hadir dalam acara ini, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muh.Nadjikh, Dewan Pakar Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Soetrisno Bachir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, CEO Trans Corp, CEO Kopi Kapal Api, CEO Wardah Cosmetic, serta para saudagar dan pengusaha Muhammadiyah tingkat nasional dan daerah.

Di awal sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan “Sejarah mencatat bahwa Muhammadiyah berkontribusi besar untuk kemerdekaan dan mengisi pembangunan dengan mengembangkan pendidikan, perdagangan, dan kesehatan”.

Dikutip dari Ekon.go.id, Darmin Nasution juga menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia yang belum sepenuhya pulih juga menjadi tantangan bersama untuk bisa terus memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. Maka, urutan langkah prioritas untuk mengatasinya adalah ekspor, APBN, serta mengundang investasi. Dalam 3,5 bulan terakhir, pemerintah juga telah mengeluarkan 7 Paket Kebijakan Ekonomi untuk mendorong investasi demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Di tahun 2016, pemerintah akan terus mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi. Tetapi memang perlu disadari bahwa tidak bisa hanya mengandalkan itu. Maka ada suatu kombinasi dari beberapa aspek kebijakan dan program besar, antara lain:

a. Sertifikasi tanah terutama di pedesaan. Oleh karena itu, akan diadakan pendidikan profesi juru ukur dan asisten juru ukur.
b. Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih besar jumlahnya dan disederhanakan persyaratannya yaitu untuk kegiatan produktif lainnya.
c. Menghidupkan kembali financial inclusion dengan menghubungkan sektor keuangan modern dan lembaga-lembaga keuangan di daerah
d. Membangun sistem logistik yang lebih efisien. Sistem logistik sudah ada dari perkotaan ke pedesaan, tetapi tidak sebaliknya.

Selain itu, juga perlu melahirkan bisnis agregator dan bisnis konsolidator. Dalam hal ini diharapkan organisasi besar seperti Muhammadiyah dapat bersinergi. “Jika kebijakan-kebijakan tersebut berjalan dengan baik dan ada sinergi dari semua pihak, akan ada harapan transformasi ekonomi yang lebih tinggi”, ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat menutup sambutannya. (red2)
Share on Google Plus

About red 2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...