Persiapan Olimpiade 2016

BeritaDEKHO - Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto di dampingi Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak PRIMA Achmad Soetjipto, hari Rabu (2/12) siang memimpin Rapat Koordinasi Progress Kualifikasi dan Persiapan Olimpiade di Gedung PP ITKON Kemenpora, Jakarta.

Pada rapat tersebut Djoko menyampaikan, pertandingan event Olimpiade akan diselenggarakan pada 5-21 Agustus 2016. "Beberapa tahapan sudah dilakukan.

Kita punya harapan meloloskan lebih banyak atlet di Olimpiade Brazil. Di Olimpiade London pada 2012, kita hanya meloloskan 22 atlet. Tugas kita bersama adalah memformulasikan kerja bersama. Meraih medali emas di Olimpiade bukan sesuatu yang gampang," kata Djoko.

Soetjipto mengatakan di bulutangkis masih akan menunggu proses kualifikasi hingga 1 Mei 2015. "Ada Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka (single putra), Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan (ganda putra), Maria Febe dan Kusumastuti (single putri). Di atletik ada Maria Londa (lompat jauh dan triple jump), Riau Ega Agatha (panahan). Di Beach Volley ada Ade Chandra, Rendy Ferdian, Fachriansyah, dan Ashfiya (putra), Rowing ada Memo, Ichram, dan Ardhi Ishadi," terang Soetjipto.

Dikutip dari laman Kemenpora.go.id, "Rekap jumlah atlet yang kemungkinan lolos kualifikasi adalah 33 atlet dari 10 cabor. Bulutangkis 12, angkat besi 7, renang 3, atletik 1, cycling 1, panahan 2, dan seterusnya," tambah Soetjipto.

Kerangka kerja strategis Satlak PRIMA pada tahun depan adalah tes dan athlete profiling, strength and conditioning building, dan pelatihan dengan intensitas tinggi. "Ada konsultan pelatih asing untuk Satlak PRIMA. Sistem monitoring akan melekat di Dewan Pelaksana Satlak PRIMA," kata Soetjipto.

Sementara Erick Thohir meminta atlet yang sudah terpetakan, berangkat atau tidak, harus cek kesehatan. "Banyak atlet dalam kondisi cedera. Mumpung masih sembilan bulan lagi, perlu segera check-up. Menurut pengalaman saya, mental dan kenyamanan cukup penting. Brazil jauh kondisinya dengan London.

Nanti Olimpiade Brazil akan jatuh musim dingin, perlu diantisipasi. Pendanaan juga harus segera dipikirkan. Jangan sampai saling menyalahkan. Ongkos perjalanan dan tempat tinggal, lebih mahal daripada London, tapi kualitas hotelnya di bawah London," kata Erick.

Sedangkan Staf Khusus Faisol Reza mengatakan Perlu ada cara baru untuk menempuh capaian menghadapi Olimpiade, sehingga tidak ada lagi yang diperkirakan berdasarkan asumsi-asumsi. "Kita harus mengukur betul apakah mampu meraih medali emas atau perak. Ini jadi tolok ukur kita,"tegas Reza.

Ikut hadir pada acara tersebut yakni, Staf Khusus Olahraga M Khusen Yusuf, Dewan Pelaksana Satlak PRIMA Bambang Rus Effendi, Francis Wanandi, Richard Sambera, dan Tunas Dwidharto, CDM Olimpiade Raja Sapta Oktohari, dan Wakil Ketua III Satlak PRIMA Taufik Hidayat. (red2)
Share on Google Plus

About red 2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...