Buaya Ganas Untuk Bandar Narkoba

Budi Waseso
BeritaDEKHO - Isu buaya dan penjara bandar narkoba sedang hangat jadi perbincangan sejagad raya. Bukan hanya di dalam negeri, rupanya media-media asing pun sempat tercengang dengan wacana penempatan buaya sebagai penjaga para mafia narkoba.

Meski mendapat pro kontra Kepala BNN, Budi Waseso dengan tegas mengatakan, bahwa untuk menanggulangi kejahatan narkoba harus dengan cara luar biasa. Penempatan buaya dinilai bisa membuat efek jera, dan membuat para mafia lemas dan tak kuasa berbuat ulah macam-macam.

Ide tersebut juga menjadi bukti kegeraman seorang Kepala BNN terhadap mafia narkotika yang berusaha melakukan pembunuhan massal dengan cara meracuni  anak bangsa.

Rupanya, Kepala BNN, memang tak main-main dengan rencana ini. Terbukti, dalam agenda kunjungan kerjanya di Sumatera Utara, Kepala BNN menyempatkan diri untuk mengunjungi pusat penangkaran buaya di Asam Kumbang, Medan Selayang, Sumatera Utara.

Saat di lokasi, Kepala BNN mengatakan bahwa buaya itu tidak akan dikoleksi Buwas untuk kepentingan pribadinya. Ia ingin penjaga rumah tahanan bandar narkoba yang bakal dikelilingi kolam berisi buaya.

"Memang saya mau berkunjung ke sana. Saya mau lihat buaya-buaya itu, layak enggak digunakan. Kalau layak, nanti saya beli," ungkap sang jenderal yang pernah menjadi tukang ojek tersebut,  Rabu (11/11).

Dikutip dari Bnn.go.id, Buwas juga  mengatakan wacana pembangunan rutan bandar narkoba masih bergulir di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan belum mendapat persetujuan. "Tapi kita lihat nantilah," ujar dia.

Ketika disinggung tentang ancaman sindikat yang makin mengusik negeri ini, sang mantan Kabareskrim ini mengakui Indonesia menjadi destinasi sindikat narkoba internasional seperti sindikat Nigeria dan Iran serta Tiongkok. Kepada media, ia mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan jalur laut terutama pada pelabuhan tikus yang tersebar di nusantara ini. (red2)
Share on Google Plus

About red 2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...