Temui Jokowi, FIFA-AFC Buka Jalur Komunikasi

BeritaDEKHO - Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 November 2015 siang telah menerima kedatangan Tim FIFA dan AFC yang dipimpin oleh Kohzo Tashima (anggota Exco FIFA dari Jepang) selaku Ketua Delegasi, dan didampingi oleh sejumlah anggota delegasi:  Tengku Abdullah ibni Sultan Ahmad Shah (anggota Exco FIFA dari Malaysia), Mariano Araneta (anggota Exco AFC Exco dari Filipina),  James Johnson (Direktur FIFA Members Association dari Australia),  Dato' Windsor John (pelaksana tugas Sekjen  AFC), dan Sanjeevan Balasingham (Direktur AFC Members Association). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menpora Imam Nahrawi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Deputi 5 Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat kondusif, kooperatif dan penuh persahabatan. Pertemuan itu diawali oleh pernyataan dari Kohzo Tashima tentang maksud dan tujuan kedatangan Tim FIFA - AFC ke Indonesia. Ia juga mengakui bahwa daya tarik sepakbola di Indonesia sangat luar biasa, sehingga berharap permasalahan sepakbola ini dapat segera diatasi secepat mungkin. Sebagai responnya, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan sikap dan kebijakan yang ditempuh Pemerintah Indonesia terhadap masalah persepakbolaan nasional Indonesia. Menurutnya, kondisi persepakbolaan Indonesia harus dibenahi karena selain prestasinya yang belum menggembirakan, juga karena banyak hal yang perlu direformasi.

Dijelaskan pula oleh pihak Indonesia tentang latar belakang pembenahan sepakbola, mulai dari adanya Tim 9, kemudian verifikasi BOPI, dan pil pahit yang harus diambil dengan keputusan pembekuan kegiatan keolahragaan PSSI. Juga dijelaskan pula tentang perlu adanya turnamen sebagai pengganti kegiatan karena tdak ada kompetisi. Dan yang tidak kalah adalah disampaikan juga tentang target atau dreaming pemerintah dengan adanya pembenahan. Semuanya itu didukung dengan dokumen tertulis yang mudah dipelajari.

Dikutip dari keterangan pers Kemenpora, salah satu point penting yang dihasilkan adalah akan dibukanya jalur komunikasi antara FIFA - AFC dengan Pemerintah Indonesia. Di lain pihak, Indonesia pun meyakinkan FIFA - AFC bahwa tidak akan membuat federasi tandingan, karena PSSI memiliki nilai kesejarahan tersendiri.  Hanya saja perlu direformasi, sama halnya FIFA pun sedang mereformasi diri, sebagaimana pengakuan mereka sendiri.
Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...