Ekonom Alumni India Didorong Tampil ke Publik Beri Masukan untuk Perbaikan Ekonomi

BeritaDEKHO - Di tengah persaingan ekonomi dunia, perang mata uang global maupun regional, para pakar ekonomi lulusan berbagai universitas di India diminta untuk tampil ke publik memberi masukan kepada bangsa dalam bentuk wacana publik.

Masukan itu dapat berupa penyampaian opini melalui media maupun wadah-wadah publikasi lainnya, sehingga memudahkan para pengambil keputusan negara ini dalam menghadapi tantangan global.

"Bagi teman-teman ekonom, khususnya yang menguasai ekonomi makro. Sekarang ini alumni india yang pakar di bidang ini jarang tampil ke publik," kata seorang anggota grup alumni India, Julkifli Marbun, MA, dalam sebuah diskusi di grup Whatsapp alumni India, Sabtu (31/10).

Menurut redaktur Republika.co.id itu, langkah devaluasi mata uang Cina, Yuan, baru-baru ini sangat memukul mata uang Indonesia dan berimbas pada melemahnya ekonomi.

Kebijakan Cina tersebut sempat membuat para pemangku kebijakan di Indonesia gamang menanggapinya sehingga sempat timbul saling menyalahkan antara Pemerintahan Joko Widodo dan Gubernur Bank Indonesia yang sempat menjadi polemik.

Seperti diketahui, Cina merupakan negara yang mengusung rezim semi-fixed currency system yang berbeda dengan Indonesia, yang menganut floating currency atau basket currency system. Kebijakan 'quantitative easing' (QE) ala Cina tersebut sempat membuat mata uang Indonesia terdepresiasi hingga mencapai angka Rp15 Ribu per 1 dolar AS.

Akibat langsung dari kebijakan Cina tersebut, adalah makin murahnya produk-produk Cina yang banyak diimpor oleh Indonesia. Hasilnya, produk lokal menjadi kalah bersaing dan  akhirnya memukul laju perekonomian Indonesia.

Walaupun secara langsung, kebijakan The Fed Amerika Serikat, khususnya, dalam penetapan suku bunga, mempunyai dampak yang lebih besar, kebijakan devaluasi mata uang Cina bukanlah sesuatu yang diangga remeh.

Seiring dengan itu, pernah beredar isu bahwa kebijakan Cina tersebut merupakan langkah perang mata uang yang dilakukan oleh Cina. Kalau hal itu benar, maka langkah-langkah ekonomi yang dilakukan India merupakan sesuatu yang patut ditiru. Di tengah pelemahan ekonomi global, India masih sukses mencatatkan pertubuhan ekonomi di atas 7 persen. Hal ini sangat timpang bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5 persen.

Peran ekonom alumni India diharapkan dapat memberi masukan, gagasan maupun ide yang matang melalui media massa dan jalur-jalur lainnya untuk mempermudah pemerintah membawa ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik.


Share on Google Plus

About Admin2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...