Presiden Minta Masukan Para Dekan FE Se-Indonesia

Teten Masduki
BeritaDEKHO - Presiden Joko Widodo meminta masukan kepada para dekan dari Fakultas Ekonomi perguruan tinggi ternama di seluruh Indonesia terkait kondisi ekonomi di Tanah Air.

Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin, mengundang 19 dekan dari perguruan tinggi negari dan perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang mendampingi 19 Dekan FE yang hadir mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden ingin para civitas akademika dari FE di perguruan tinggi di seluruh Indonesia bisa memberikan kontribusi dan sumbangsih solusi bagi masalah ekonomi yang dihadapi Bangsa Indonesia.

"Pak Presiden mengundang para dekan fakultas ekononomi, hari ini hadir 19 dekan, ini upaya untuk membangun relasi yang baik antara Istana dengan fakultas ekonomi. Saya kira Presiden berkeinginan kampus-kampus ini memberikan pemikiran, data, analisis, dan model-model ekonomi untuk negeri ini," kata Teten.

Pada kesempatan itu, Presiden menjelaskan kondisi ekonomi terkini di Tanah Air dan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk merespon kondisi ekonomi yang ada.

Presiden juga menjelaskan tentang bagaimana stabilitas harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat, juga penyerapan anggaran yang terus digenjot.

"Lalu pembangunan infrastruktur dan capital inflow. Presiden sedang melobi ke beberapa negara untuk mendatangkan dolar, lalu juga berupaya untuk menyubstitusi barang-barang impor dengan produk lokal," katanya.

Dalam waktu bersamaan juga akan ada paket kebijakan yang kemungkinan akan diluncurkan pada Rabu (9/9) untuk memandu arah pembangunan ekonomi ke depan.

"Sekarang ekonomi Indonesia tumbuh di tengah dolar yang kurang karena ekspor mengecil, komoditas primer turun, perlambatan ekonomi dunia sehingga kita kesulitan dapat dolar. Jalan tercepat adalah capital inflow tapi ke depan kita akan memperkuat industrialisasi untuk mengkapitalisasi industri kita yang sudah tumbuh sejak 1980-an di Pulau Jawa untuk manufaktur dan di Luar Jawa untuk pengolahan makanan," katanya.

Intinya, kata dia, paket kebijakan yang akan diluncurkan itu merupakan salah satu upaya untuk mempercepat investasi di bidang infrastruktur dan labour market, pajak, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Wihana Kirana Jaya mengusulkan percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan produktivitas melalui entrepreneurship.

Selain itu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang Chandra Fajri Ananda menyarankan percepatan penyerapan anggaran infrastruktur dan soal dana desa yang masih mengendap di beberapa kabupaten/kota sehingga diperlukan langkah harmonis antara pemerintah dan DPR.

Sementara itu Nury Effendi, Dekan FE dan Bisnis Unpad, memaknai pertemuan hari itu sebagai pertemuan yang strategis dan sinergis karena baru pertama kali terjadi.
"Walaupun dalam kapasitas yang terbatas para dekan bisa menjadi mitra dan sparring partner dalam pembuatan kebijakan," katanya. (ant)
Share on Google Plus

About red 2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...