Polisi Jakarta Sempat Cegah Pergerakan Demonstrasi Buruh

Ilustrasi
BeritaDEKHO - Puluhan polisi yang ditugaskan mengamankan jalannya demonstrasi sempat mencegah demonstran untuk bergerak menuju Istana Merdeka, Jakarta, namun akhirnya mereka mempersilakan demonstran untuk bergerak setelah komandan demonstrasi meminta izin untuk melanjutkan pergerakan.

Sekitar 6000 petugas yang terdiri atas polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di bawah komando Wakapolda Metro Jaya, Brigjen. Pol. Drs. Sudjarno., SH, dikerahkan di sepanjang Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI) sampai dengan Istana Merdeka untuk mengamankan jalannya demonstrasi, demikian pantauan Antara.

Arus lalu lintas dari bundaran HI dialihkan ke jalan Sarinah dan Kebon Sirih, karena para demonstran berkumpul memenuhi Jalan Medan Merdeka Barat, dan memarkirkan kendaraan mereka di lapangan IRTI Monas.

"Lalu lintas kami alihkan ke Sarinah dan Kebon Sirih, karena di sini (depan PT Indosat,red) dijadikan titik kumpul demonstran," kata salah satu petugas yang tidak mau menyebutkan namanya, kepada Antara, Selasa.

Para buruh dari berbagai daerah yang tergabung dalam persatuan pekerja, seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) pimpinan Mudhofir serta beberapa serikat pekerja lainnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum melakukan longmarch menuju Istana Merdeka.

Sebelumnya para demonstran menolak untuk dialihkan ke Monas dan Balai kota, mereka mendesak petugas untuk mengizinkan mereka melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Tenaga Kerja.

"Tak ada aksi di Monas maupun balai kota, kita 'kepung' Istana Merdeka, lalu menuju ke Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Tenaga Kerja," kata Komandan longmarch dari Garda Metal, Ozi.

Sejumlah posko kesehatan dari persatuan pekerja disiagakan sepanjang jalan menuju Istana Merdeka untuk mengantisipasi bila ada demonstran yang sakit dan memerlukan bantuan.

Para demonstran menyanyikan mars buruh dan beberapa yel-yel untuk membakar semangat, sementara itu kelompok drum band dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengiringi yel-yel dan mars buruh dengan alunan musik.

Demonstran menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain menuntut pemerintah untuk menurunkan harga sembako dan bbm, menolak PHK akibat melemahnya rupiah.
Lalu menolak pekerja asing atau mewajibkan pekerja asing untuk berbahasa Indonesia, memperbaiki layanan BPJS kesehatan, menaikkan upah minimum tahun 2016 minimal 22 persen dan pemenuhan kebutuhan hidup layak 84 item.

Selain itu mereka juga menuntut pemerintah untuk segera mengangkat pekerja kontrak menjadi pekerja tetap dan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Selanjutnya, para demonstran menuntut pemerintah untuk merevisi PP jaminan pensiun agar manfaat pensiun sama dengan PNS (bukan 300 ribu setiap bulan setelah 15 tahun), serta menuntut pemerintah untuk mempidanakan pimpinan perusahaan yang melanggar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sehingga menyebabkan buruh meninggal.

Mereka juga menuntut Presiden Joko Widodo segera mencopot Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri yang dianggap tidak melakukan apa-apa dan yang terakhir, massa menuntut pemerintah segera mensahkan Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga.

Aksi ini dimanfaatkan oleh pedagang makanan dan minuman untuk berjualan di kerumunan demonstran meski sebelumnya mereka sempat diusir oleh Satpol PP. (ant)
Share on Google Plus

About red 2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...