PAN-Demokrat Temui Pimpinan KPU Soal Pilkada Surabaya

Eddy Soeparno
BeritaDEKHO - Perwakilan Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat menemui pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Selasa, untuk menyampaikan keprihatian atas digugurkannya pasangan calon kepala daerah yang diusung kedua partai di pilkada Surabaya.

Pada kesempatan itu PAN diwakilkan oleh Sekjen Eddy Soeparno sementara Demokrat diwakilkan Sekjen Hinca Pandjaitan.

"Jadi hari ini saya (Eddy Soeparno) selaku Sekjen PAN bersama Sekjen Partai Demokrat (Hinca Pandjaitan) telah menemui pimpinan KPU RI untuk menyampaikan keprihatinan kami mengenai keputusan KPU Surabaya yang mengugurkan pasangan calon yang diajukan Partai Demokrat dan PAN," ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa.

Menurut Eddy dalam pertemuan itu disampaikan bahwa pada intinya surat yang diajukan pasangan calon yang diusung PAN dan Demokrat di Pilkada Surabaya yakni Rasiyo-Dhimam Abror?asli dan sah dikeluarkan DPP PAN meskipun secara teknis ada perbedaan antara hasil scan dengan yang asli.

Sehingga menurut dia, hal-hal teknis semestinya tidak mengurangi substansi pencalonan Rasiyo dan Dhimam Abror.

Pada akhirnya, kata Eddy, pertemuan itu menghasilkan pembicaraan positif, di mana PAN serta Demokrat konsisten akan memperjuangkan pasangan calon untuk pilkada 9 Desember 2015 di Surabaya.

Senada, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan melalui pertemuan tersebut Demokrat-PAN beserta KPU memiliki semangat yang sama untuk memajukan calon agar pilkada di Surabaya tidak menyisakan calon tunggal dan bisa terlaksana.

PAN dan Demokrat akan menunggu keputusan Panwaslu dan KPU Surabaya atas hasil pertemuannya dengan KPU RI hari ini.

Sebelumnya, KPU Surabaya menggugurkan pasangan Rasiyo-Abror dalam pencalonan di Pilkada Surabaya karena surat rekomendasi pencalonan dinilai berbeda dengan yang disampaikan DPP partai pengusungnya.

Selain itu Abror dikatakan tidak menyertakan surat keterangan terkait tanggungan pajak.

Dengan gugurnya pasangan calon Rasiyo-Abror maka hanya satu pasangan tersisa (calon tuggal) yakni pasangan Risma-Wisnu di pilkada Kota Surabaya. Berdasarkan ketentuan, KPU memperpanjang masa pendaftaran selama tiga hari, jika tak ada yang mendaftar maka pilkada Surabaya ditunda menjadi tahun 2017. (ant)
Share on Google Plus

About red 2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...