BMKG: Asap Riau Cemari Singapura

Ilustrasi
BeritaDEKHO - Asap tebal akibat pembakaran hutan di Riau telah mencemari udara Singapura, kata Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Ardhito.

"Pagi ini jarak pandang hanya 2.500 meter. Ini sudah mengganggu penerbangan dan transportasi,"?katanya di Kantor BMKG Tanjungpinang, Kamis.

Ardhito mengemukakan, asap dari Riau juga mencemari udara Malaysia. Namun kondisinya jauh lebih baik dibanding Singapura.

Secara umum, jarak pandang di Malaysia akibat asap tebal dari Riau mencapai 10 kilometer, tergolong kondusif. Namun di Johor, yang dekat dengan Kepulauan Riau (Kepri) jarak pandang hanya 4.000 meter.

"Di Bandara Kuala Lumpur jarak pandang masih bagus 10 kilometer," katanya.

Sementara jarak pandang di Riau, khususnya Pekanbaru hanya 2.000 meter. Asap berasal dari kebakaran hutan di Rengat dan Keritang, Riau.
"Ada lima titik api di daerah tersebut," ujarnya.
"Asap yang berpotensi masuk Singapura bukan berasal dari Kalimantan, melainkan dari Riau," katanya.

Ardhito menjelaskan, BMKG Tanjungpinang memantau cuaca dengan menggunakan Satelit Himawari 8. Dari pantauan itu, asap dari Riau yang mencemari udara Kepri berpotensi dibawa angin ke Singapura.

Untuk mengatasi permasalahan itu, pemerintah harus memadamkan api di lokasi yang terbakar. Pemadaman api merupakan solusi utama untuk menghentikan asap.

Upaya lainnya, seperti hujan buatan baik digunakan di wilayah daratan Sumatera karena angin tidak kencang. Namun untuk Kepri, upaya menghentikan asap dengan cara membuat hujan tidak efektif, bahkan sia-sia.

Hujan buatan di Kepri kemungkinan salah sasaran lantaran terbawa angin kencang. Contohnya, hujan buatan yang diarahkan di daratan Tanjungpinang dan Bintan, ternyata hasilnya malah terjadi hujan di perairan akibat dibawa angin kencang.

"Tidak tepat membuat hujan buatan di Kepri karena dipengaruhi angina," katanya.

Sementara jarak panjang di Tanjungpinang akibat asap dari Riau 5 KM. Kondisi ini tergolong kondusif, meski tidak normal.

"Tidak ada titik api di Tanjungpinang," katanya. (ant)
Share on Google Plus

About red 2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...