Pengadilan Maritim Tolak Permintaan Italia Agar India Bebaskan Marinirnya

Pengadilan maritim internasional, Senin, menolak permintaan Italia agar India untuk sementara waktu membebaskan dua marinirnya yang dituding menewaskan dua nelayan India.

Keputusan itu merupakan suatu langkah mundur bagi pemerintah Italia setelah perjuangan hukum selama tiga tahun.

Namun, Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut di Hamburg juga memerintahkan India agar menangguhkan tindakan hukum terhadap kedua marinir Italia itu.

Pengadilan mengatakan sidang penengahan sengketa yang akan diadakan di Den Haag merupakan pihak yang akan memberikan putusan.

Roma merasa keberatan jika persidangan digelar di India. Roma berpendapat bahwa kasus tersebut harus disidangkan di bawah Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut dan bahwa insiden itu terjadi di perairan internasional sehingga hukum nasional tidak berlaku.

Pemerintah India mengingingkan pengadilan India-lah yang menyidangkan kasus itu.

Pengadilan menyatakan Italia dan India harus menghentikan semua pemeriksaan perkara, yang dapat memperburuk atau memperpanjang persengketaan, sampai pengadilan arbitrase mengeluarkan keputusan soal masalah itu, kata presiden pengadilan internasional, Hakim Vladimir Golitsyn.

Italia dan India harus menyerahkan laporan awal kepada Pengadilan Arbitrase pada 24 September. Belum ada tanggal bagi dimulainya persidangan tersebut.

Marinir, yang merupakan bagian dari tim militer dengan tugas menghadang pembajakan dan melindungi kapal pengangkut minyak Italia Enrica Lexie pada 2012, mengatakan pihaknya menyangka nelayan-nelayan India itu sebagai pembajak dan karena itu mereka melepaskan tembakan peringatan. Dua nelayan tewas.

Anggota marinir bernama Massimiliano Latorre dan Salvatore Girone berada dalam ketidakpastian status hukum sejak mereka ditahan pada Februari 2012. Girone berada di India sementara Latorre berada di Italia setelah India mengizinkannya pulang sementara untuk menjalani pengobatan.

Penangkapan terhadap kedua marinir itu telah lebih luas merusak hubungan Italia dan India dan menyebabkan gugurnya pertemuan puncak Uni Eropa-India saat kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Prancis dan Jerman musim semi ini.

Pada April 2012, Roma membayar uang sebesar 190.000 dolar AS kepada masing-masing keluarga korban sebagai kompensasi. Sebagai imbalannya, pihak keluarga menghentikan kasus terkait marinir-marinir Italia itu, namun kasus terkait negara India belum disidangkan.

Mahkamah Agung India mengizinkan Latorre pulang ke Italia unjuk menjalani operasi jantung, yang berlangsung pada Januari tahun ini. Pada Juli, pengadilan membolehkannya tetap berada di Italia selama enam bulan berikutnya. (ant)
Share on Google Plus

About red 2

Berita Dekho (www.beritadekho.com) merupakan media nasional yang pada awalnya didirikan untuk mempromosikan potensi alumni Indonesia yang pernah kuliah dan menimba ilmu di India dan negara-negara Asia Selatan. Lihat info selanjutnya di sini

0 comments:

Post a Comment

loading...